Tom Wolfe Menang Penghargaan Cerita Seks Terburuk
Penulis dan wartawan berkebangsaan Amerika Tom Wolfememenangi satu penghargaan karya tulis yang "mengerikan", Senin, untuk karya fiksi seksnya yang buruk.
Penulis dan wartawan berkebangsaan Amerika Tom Wolfememenangi satu penghargaan karya tulis yang "mengerikan", Senin, untuk karya fiksi seksnya yang buruk.
Hadiah tersebut diberikan tiap tahun dengan kriteria, "memakai cara yang kasar dalam melukiskan cerita, berselera rendah, asal-asalan, berlebihan pada bagian yang menggambarkan seks dalam khasanah novel modern".
Kemenangan Wolf ini untuk beberapa bagian kisah mesum dari novel terakhirnya berjudul I'am Charlotte Simmons, yang berkisah tentang kehidupan kampus di sebuah universitas eksklusif Amerika.
Mereka yang terpilih, tentu saja para penulis yang mengumbar cerita-cerita berbau syahwat yang kalau di Indonesia dikenal dengan roman stensilan. Saru, vulgar, dan amat jauh dari estetika.
Para penilai menggambarkan, prosa karya Wolfe sebagai "mengerikan dan membosankan". Namun Wolfe dalam sebuah wawancara mengatakan, penggambaran seksual di novelnya sebenarnya kering lantaran lebih bersifat klinis.
Mantan koresponden koran yang memulai debutnya lewat novel Bonfire of the Vanities ini memutuskan untuk menjadi penulis pada 1980. Untuk kali ini, karyanya bersaing ketat dengan sepuluh penulis lainnya, termasuk penulis Afrika Selatan Andre Brink yang menulis novel Before I Forget yang mengangkat kisah kemaluan wanita.
Penulis lainnya adalah Nadeem Aslam, berasal dari Inggris dengan novel yang juga berisi kisah mesum, berjudul Maps for Lost Lovers.
Pemenang penghargaan yang diselenggarakan oleh London-based Literary Review ini dalam memberikan penghargaan mirip gaya pemberian piala Oscar, yakni memakai sebuah patung kecil dan sebotol minuman sampanye--tetapi hanya bagi mereka yang datang saja.
Namun, entah tersinggung atau sibuk, Wolfe yang tinggal di New York tak datang di acara itu. Menurut penyelenggara, Wolfe adalah penulis pertama sepanjang 12 tahun sejarah kompetisi ini yang menolak hadir. (Rtr/jy) Kompas cyber Media (KCM)
